Piksel Membantu Monitoring Longsoran di Aceh Tengah
Longsoran yang terjadi di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, merupakan fenomena gerakan tanah yang terus berkembang dan menjadi perhatian karena dampaknya terhadap lingkungan serta infrastruktur di sekitarnya. Perubahan bentang lahan yang berlangsung secara progresif telah membentuk area longsoran yang semakin luas dari waktu ke waktu. Untuk memantau perkembangan tersebut, dilakukan analisis menggunakan citra satelit Sentinel-2 yang diakses melalui platform Piksel yang dikembangkan oleh Direktorat Pemetaan Tematik, Badan Informasi Geospasial.

Hasil interpretasi citra Sentinel-2 menunjukkan bahwa luas longsoran di Kampung Pondok Balik relatif stabil pada November–Desember 2025, yaitu sekitar 27.724 m². Memasuki Januari 2026, luas longsoran meningkat menjadi 29.170 m² yang menandakan proses pergerakan tanah masih berlangsung. Perkembangan paling signifikan terjadi antara Januari dan Februari 2026, ketika luas longsoran bertambah sekitar 7.026 m², dari 29.170 m² menjadi 36.196 m². Peningkatan yang cukup tajam ini mengindikasikan adanya fase percepatan aktivitas longsoran yang diduga dipengaruhi oleh tingginya curah hujan dan meningkatnya kejenuhan air dalam tanah.

Pada periode berikutnya, luas longsoran terus bertambah meskipun dengan laju yang lebih rendah, yaitu mencapai 38.180 m² pada Maret 2026 dan 38.901 m² pada April 2026. Setelah itu, tidak teridentifikasi perubahan luas yang signifikan hingga Juni 2026. Secara keseluruhan, area longsoran mengalami peningkatan sekitar 11.177 m² atau 40,3% dibandingkan kondisi awal pemantauan. Stabilnya luas longsoran sejak April hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas perluasan area longsoran mulai melambat, meskipun kondisi lereng masih perlu dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan reaktivasi pada musim hujan berikutnya.
Peta hasil pemantauan memperlihatkan bahwa perubahan area longsoran tidak hanya terjadi pada bagian inti longsoran, tetapi juga berkembang ke arah luar membentuk perluasan yang cukup jelas pada sisi selatan dan tenggara. Tumpang susun batas longsoran dari setiap periode pengamatan menunjukkan pola pertumbuhan yang konsisten, dengan area terdampat semakin meluas dari bulan ke bulan. Informasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah perkembangan longsoran dan wilayah yang berpotensi terdampak pada masa mendatang.

Perkembangan spasial yang terekam pada peta menunjukkan bahwa perluasan longsoran cenderung bergerak mengikuti zona lereng yang lebih rendah. Area yang mengalami penambahan luas terbesar berada pada bagian kaki longsoran, yang mengindikasikan adanya perpindahan material ke arah bawah lereng. Pola tersebut menunjukkan bahwa proses gerakan tanah masih aktif meskipun laju perkembangannya mulai menurun pada periode akhir pemantauan.
Salah satu temuan penting dari hasil pemetaan adalah hubungan antara perkembangan longsoran dan terputusnya Jalan Simpang Balik-Blang Mancung. Peta menunjukkan bahwa area longsoran terus bergerak mendekati koridor jalan sehingga jarak antara tepi longsoran dan badan jalan semakin berkurang. Kondisi ini meningkatkan tingkat kerentanan infrastruktur transportasi terhadap kerusakan, baik berupa retakan, penurunan badan jalan, maupun gangguan akses apabila terjadi perkembangan longsoran lanjutan.
Hasil pemantauan berbasis citra satelit Sentinel-2 menunjukkan bahwa metode penginderaan jauh mampu memberikan informasi yang efektif untuk memantau dinamika longsoran secara berkala. Data yang diperoleh tidak hanya menggambarkan perubahan luas area terdampak, tetapi juga menunjukkan arah perkembangan longsoran dan potensi ancamannya terhadap infrastruktur. Informasi tersebut dapat menjadi dasar penting dalam mendukung kegiatan mitigasi bencana, perencanaan penanganan, serta pengambilan keputusan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya mengurangi risiko bencana di kawasan Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
