Lewati ke konten utama

Ketika Satelit Menceritakan Perubahan Pesisir Indonesia

· Satu menit membaca
Tim Piksel
Badan Informasi Geospasial

Garis pantai merupakan salah satu wilayah yang paling dinamis di Indonesia. Perubahan akibat abrasi, sedimentasi, pembangunan pesisir, maupun aktivitas tektonik dapat memengaruhi kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan pantai. Untuk mendukung pemantauan perubahan tersebut, Piksel menyediakan kemampuan analisis perubahan garis pantai yang memungkinkan pengguna melihat dinamika pesisir Indonesia secara historis dan terukur menggunakan data satelit.

Proses Pengerjaan
Pengolahan garis pantai menggunakan platform Piksel

Analisis ini memanfaatkan arsip citra satelit Landsat yang tersedia sejak tahun 1984 hingga 2025. Untuk meningkatkan akurasi posisi garis pantai, data citra dikoreksi menggunakan model pasang surut Ina-Tides sehingga perbedaan ketinggian muka air laut pada saat perekaman citra dapat diperhitungkan. Sementara itu, identifikasi batas darat dan perairan dilakukan menggunakan algoritma Combined Water Index yang mengombinasikan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) dan kanal Near Infrared (NIR), sehingga mampu membedakan area perairan dan daratan dengan lebih baik.

Proses
Proses pengolahan garis pantai

Penggunaan data historis selama lebih dari empat dekade memberikan banyak manfaat bagi pengelolaan wilayah pesisir. Selain memudahkan pemantauan perubahan garis pantai yang berdampak langsung pada masyarakat, analisis ini juga memungkinkan pengukuran laju perubahannya dari waktu ke waktu. Hasil kajian bahkan menunjukkan adanya perubahan garis pantai yang berkaitan dengan peristiwa gempa megathrust Aceh–Nias tahun 2004–2005, yang mengubah kondisi pesisir di beberapa wilayah terdampak.

Meski demikian, pemetaan garis pantai di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Karakteristik perairan yang sangat beragam menyebabkan tidak ada satu algoritma yang selalu cocok untuk seluruh wilayah pesisir. Kesalahan delineasi garis pantai juga dapat terjadi pada area tambak, kolam, atau danau yang memiliki karakteristik spektral mirip dengan perairan laut. Oleh karena itu, pemilihan algoritma yang sesuai dengan kondisi lokal menjadi faktor penting untuk menghasilkan informasi garis pantai yang akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.