Lewati ke konten utama

Mengubah Ribuan Citra Satelit Menjadi Peta Bebas Awan Indonesia

· Satu menit membaca
Tim Piksel
Badan Informasi Geospasial

Sebagian wilayah Indonesia memiliki tingkat tutupan awan yang tinggi sehingga menyulitkan analisis berbasis citra satelit. Untuk mengatasi kendala tersebut, dikembangkan GeoMAD, yaitu produk citra komposit yang dihasilkan dari nilai median piksel citra satelit dalam periode tertentu. Metode ini mampu mengurangi pengaruh awan dan menghasilkan citra permukaan bumi yang lebih konsisten. GeoMAD menjadi sumber data yang penting untuk analisis multitemporal, seperti pemantauan perubahan tutupan lahan, perkembangan wilayah, serta berbagai kajian lingkungan.

Hingga saat ini, Piksel telah menghasilkan GeoMAD untuk seluruh wilayah Indonesia menggunakan data Sentinel-2 pada periode 2021 hingga 2025. Menurut Wahyu Lazuardi, proses pengolahan dilakukan dengan membagi wilayah Indonesia menjadi 1.631 tile berukuran 6 km × 6 km. Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan secara paralel sehingga mampu menangani volume data yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat.

Proses GeoMAD
Pengolahan GeoMAD

Seluruh proses produksi GeoMAD dijalankan menggunakan Argo Workflows pada infrastruktur komputasi awan yang memanfaatkan lebih dari 250 CPU dan memori 2,5 TB. Dengan dukungan komputasi tersebut, pembuatan GeoMAD untuk cakupan satu tahun data Indonesia dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hari. Efisiensi ini memungkinkan pembaruan produk dilakukan secara rutin untuk mendukung berbagai kebutuhan analisis geospasial.

Argo
Proses menjalankan Argo Workflows

Meski demikian, pengembangan GeoMAD masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketersediaan data berkualitas pada wilayah yang sering tertutup awan, terutama di daerah pegunungan, menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, diperlukan konfigurasi masking awan yang optimal untuk menghasilkan citra berkualitas tinggi, serta pengaturan sumber daya komputasi yang efisien agar pemrosesan data skala nasional dapat berjalan dengan cepat dan andal. Berbagai tantangan tersebut terus menjadi fokus pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan manfaat GeoMAD bagi pengguna data geospasial di Indonesia.