Bekerja dengan AI Agent dalam Pengembangan Piksel
Pengembangan platform Piksel mencakup berbagai aspek, mulai dari pembangunan infrastruktur, aplikasi, hingga pengolahan data citra satelit. Di tengah keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber daya manusia, dalam beberapa bulan terakhir tim Piksel mulai memanfaatkan AI Agent untuk mempercepat proses pengembangan yang sebelumnya dikerjakan secara manual. Berbeda dengan chatbot biasa, AI Agent dapat menjalankan serangkaian tugas dengan memanfaatkan berbagai tools, sehingga mampu menyelesaikan pekerjaan yang melibatkan banyak tahapan secara lebih efektif.

Menurut Muhammad Taufik, AI Agent memberikan nilai tambah karena mampu memahami konteks yang kompleks, menggunakan tools yang tersedia, serta mengelola beberapa proses secara bersamaan. Dalam pengembangan aplikasi, misalnya, AI dapat menghasilkan beberapa alternatif prototipe website untuk dibandingkan dan dipilih sesuai kebutuhan. Kemampuan ini membantu tim mempercepat eksplorasi ide sejak tahap awal pengembangan.
Namun, Taufik menggarisbawahi bahwa AI Agent tidak menggantikan peran manusia karena kualitas keluaran AI bergantung pada kejelasan konteks dan arah yang diberikan penggunanya. Selain itu, AI mampu menghasilkan banyak keluaran dengan cepat dan tampak meyakinkan, tetapi tidak semuanya relevan atau tepat sasaran, sebuah kecenderungan yang belakangan dikenal dengan istilah "AI slop". Karena itu, pengguna dituntut tidak hanya memberi arahan yang jelas, tetapi juga memiliki kepekaan untuk mengenali ketika AI mulai berlebihan atau menyimpang dari tujuan. Di sinilah manusia berperan sebagai lapisan kendali mutu untuk memastikan keluaran AI sesuai dengan kebutuhan pengembangan.
Salah satu cara tim Piksel menjaga hal tersebut adalah dengan menerapkan guardrail pada AI Agent. Sebelum digunakan, AI Agent dikonfigurasi untuk mengikuti konvensi pengembangan yang telah ditetapkan, mulai dari standar penulisan kode hingga langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan commit. Dengan batasan ini, kode yang dihasilkan tetap rapi dan bebas bug. Terlebih, kode yang menumpuk justru menjadi beban untuk dipelihara, sehingga tim harus tetap memahami kode yang dibuat AI.

Manfaat AI Agent juga dirasakan oleh Elgodwistra Kartikoputro. Menurutnya, AI Agent membantu pengguna mengeksplorasi berbagai kemungkinan solusi, terutama bagi mereka yang baru memasuki dunia pengembangan. Selain itu, AI dapat membantu mengidentifikasi bug atau error pada kode program, menjelaskan penyebabnya, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat segera diuji oleh pengembang.
Kehadiran AI Agent sangat membantu mempercepat pengembangan Piksel yang cukup kompleks, sekaligus memudahkan proses onboarding anggota tim meski dengan pengalaman yang terbatas, selama AI Agent telah diberi guardrail dan mengikuti konvensi pengembangan. Karena itu, tim Piksel terus mengeksplorasi sejauh mana AI Agent dapat dimanfaatkan.
