Perubahan Tutupan Lahan (Sawah menjadi Pabrik dan Lahan Terbuka)
Ringkasan
Perubahan tutupan lahan merupakan salah satu fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan wilayah, khususnya di daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Salah satu bentuk perubahan yang signifikan adalah konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri serta lahan terbuka sebagai tahap awal pembangunan. Konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan lahan terbuka memiliki dampak yang kompleks, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Dari sisi lingkungan, perubahan ini dapat menyebabkan penurunan kapasitas produksi pangan, degradasi tanah, serta perubahan keseimbangan ekosistem. Sementara itu, dari sisi ekonomi, pembangunan industri berpotensi meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan analisis yang mampu memantau dan mengkuantifikasi perubahan tutupan lahan secara akurat dan berkelanjutan. Pemanfaatan data penginderaan jauh, seperti citra satelit resolusi menengah, menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengidentifikasi dan menganalisis perubahan tutupan lahan. Melalui analisis indeks spektral, seperti NDVI dan NDBI, perubahan dari vegetasi menjadi area terbangun maupun lahan terbuka dapat dideteksi secara spasial dan temporal.
Tahapan
- Persiapan
- Menentukan wilayah
- Memuat data
- Transformasi citra
- Visualisasi
Hasil
Modul ini memberikan gambaran penggunaan citra multispektral Sentinel-2 dengan hasil:
- Metode transformasi citra mampu melakukan estimasi perubahan lahan secara spasial maupun temporal mulai dari tahun 2023 hingga tahun 2026 dengan resolusi menengah
- Perubahan lahan dapat diindikasi dari berbagai jenis transformasi citra yang digunakan
- Hasil analisis menunjukkan bahwa penginderaan jauh merupakan pendekatan yang efisien dan akurat untuk memantau dinamika perubahan lahan, khususnya pada wilayah dengan perkembangan industri yang pesat.
- Informasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang dan pengambilan kebijakan terkait pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
